Zona Nyaman Remaja

Zona Nyaman Remaja

Ketika mendengar kata "remaja", hal pertama yang terbersit di pikiran ialah muda, gesit, energik, dan lain sebagainya. Sedikit flashback, remaja zaman dahulu dan sekarang tentu berbeda jauh. Peradaban dunia yang berubah total, menjadi faktor utamanya. Zaman dahulu yang bisa dibilang kuno, terbelakang, kini telah menjadi zaman baru, semakin melesat tak terbatas. Kemajuan teknologi, pemikiran yang semakin maju pula membuat gaya hidup remaja zaman dahulu dengan sekarang berbeda. Dimana gaya hidup anak zaman now ini sangatlah nyaman. Bagaimana tidak, mereka seperti menjadi ratu dan raja. Semua tersedia karena adanya kemajuan IT. Rasanya, ponsel pintar yang selalu tergenggam sudah menjadi belahan jiwa. Hingga begitu banyak hal penting terlupakan karena terlalu nyaman. Tidak bisa dipungkiri, si penulis artikel ini pun juga demikian xixi. 
Kenyamanan tersebut hingga akhirnya membentuk suatu zona tersendiri bagi mereka. "Zona Nyaman", ya itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keadaan remaja zaman ini. Mereka asik dengan dunia maya yang seolah-olah nyata, tapi nyatanya tidak. Dengan smartphone yang ada, sangat memungkinkan untuk berkomunikasi dengan orang luar, dengan dunia luar yang berada di antah berantah, bahkan suatu saat nanti bisa kali komunikasi sama alien hhh. Itulah bukti nyata bahwa manusia memiliki akal yang luar biasa. Akal luar biasa yang diberikan gratis oleh Tuhan terkadang disalahgunakan oleh hamba-hamba Nya, termasuk para remaja. 
Terkadang mereka lupa, bahwa mereka terjerat di zona nyaman yang membuat mereka melupakan apa yang sebenarnya jauh lebih penting, yaitu sang pencipta alam semesta. Karena terlalu nyaman, terlalu asik sendiri, hingga lupa akan ajaran Tuhan, melupakan kewajiban sebagai ciptaan, hingga yang paling parah ialah melenceng dari ajaran agama. 
Memang benar, kemajuan teknologi sangatlah memberi dampak positif. Namun, hendaknya masih bisa mengontrol pikiran supaya tidak terjerumus dalam hal negatif yang akhirnya merusak diri sendiri, atau dengan kata lain go blouks. Hhh biar gak terlalu kasar kan ya xixixi. Self-control sangat penting dibangun. Jangan sampai rasa nyaman yang berlebih justru akan menjatuhkan.
Apalagi remaja dicap sebagai generasi penerus bangsa, dimana nasib bangsa ini berada di tangan mereka. Mau tidak mau, harus "to do it". Untuk itu sangatlah perlu untuk sadar, untuk mulai keluar dari zona nyaman masing-masing. Berbenah diri agar zona kenyamanan itu tak terlanjur merusak diri. Only ourselves yang bisa mengontrol itu semua.
Sekian se-fruit curahan isi kepala saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan curahan isi kepala ini. Thanks a lot and until we meet again in my other posts everyone... 


Greetings of peace, Dian K :) 

Komentar

Posting Komentar